17.2.09
ada beberapa hal yang menurutku aneh beberapa tahun terakhir ini. sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu, aku merasa telah mendapatkan segalanya. pada saat itu, aku merasa puas dengan pekerjaanku, aku tahu apa yang harus kulakukan untuk masa depanku, aku punya pacar yang baik, kehidupan yang sesuai keinginan, semua, mungkin tidak semua.. tapi cukup nyaman bagiku. barangkali inilah yang disebut dengan comfort zone. satu area yang membuat kita merasa tenang, satu kondisi yang telah dicita-citakan sejak lama. aku merasa nyaman dengan diriku, nyaman dengan lingkunganku, aku puas, bahagia, dan setiap hari bisa tertawa tanpa beban.
tapi belakangan, rasa nyaman itu tak lagi nyaman. kenikmatan yang aku cita-citakan itu entah mengapa, terasa basi. one day suddenly i feel nothing. dan bersamaan dengan itu pula, kondisi memaksa aku untuk menjadi tidak lagi nyaman. sehingga keluarlah keputusan-keputusanku yang terdengar aneh bagi sebagian orang. aku keluar dari tempat kerjaku yang menyenangkan itu. aku sengaja keluar dari segala rencana yang telah aku buat. aku melakukan hal gila yang rasanya tidak mungkin untuk dilakukan. semua ini semata-mata demi membuang segera hidupku yang makin basi itu.
dan kini aku berada pada zona yang sama sekali tidak nyaman. aku memilih hidup dengan ketidakpastian, well memang tak ada yang pasti. lebih tepatnya aku memilih hidup yang sedikit lebih beresiko dibanding dengan teman-teman lain. entah mengapa, dalam kehidupan macam itu, aku merasa "bergerak". walau aku juga sadar, keadaan seperti ini lama-lama akan jadi membosankan juga. apalagi kalau pekerjaan tak selancar yang diperkirakan. sudahlah, tempatku saat ini memang bukan di zona nyaman, seperti yang aku cita-citakan dulu. cita-cita mungkin sebaiknya jangan terlalu cepat tercapai, mungkin...
15.2.09
yup..
aku baru beli slow cooker, sekitar 2 minggu lalu. menurut teman-teman, alat ini berguna untuk orang sibuk (baca malas) tapi sebetulnya suka masak. apalagi seperti aku yang pengennya semua makanan dimasak sendiri karena kalau beli terus, hmm takut ada penyedap, pengawet atau gak bersih masaknya. well, let's say: lazy idealist.
jadi perangkat masak ini digembar-gemborkan sebagai magic equipment, sebab praktis dalam arti masak gak perlu ditunggu, tinggal cemplang cemplung, diaduk, terus ditinggal. sesuai dengan namanya, it's really slow, jadi masak lauk ya bisa memakan waktu 6-8 jam. hah, lama banget? begitulah sehingga kita bisa bobo dulu dan ketika bangun, udah mateng dan bisa langsung sarapan. begitu promosi teman-teman sesama penggemar masak memasak. satu nilai plus lagi: karena dimasak dengan waktu yang lama, jadi (teorinya) bumbu akan diserap perlahan, proses masak juga perlahan sehingga lebih bagus gizinya--> tidak dengan panas tinggi dan langsung mengubah bahan makanan tsb. perfect, isn't it?
well, pola seperti itu ternyata gak mudah juga untuk diterapin. karena udah biasa masak cepet, jadi lidah gak sabar untuk cepet nyicip, udah laper duluan, dll. terus, kalau misalnya kita mau makan pagi, berarti harus nyiapin bahan-bahan paling nggak jam 10 atau jam 12? duh, jam segitu biasanya males banget masuk dapur. nah, jadi sampai sekarang belum nyoba masak makanan berat. paling-paling bikin hot chocolate (dairy product gak boleh dimasak lebih dari 2 jam).
resepnya begini (agak spicy):
-chocolate bar--> dicairkan dalam slow cooker 30 menit
-susu putih, dicampur dengan bubuk kayu manis dan biji pala--> masukkan ke slow cooker tapi jangan lebih dari 2 jam
hasilnya, hmmm... pas untuk nemenin bersantai-santai..



