24.5.09

i never told anyone my secret, neither my problems. it becomes a part of my secret. i hate telling my problem to others, it's like opening my bad side, my unlucky side, something indicates i was weak. if i must share it, i told it in positive way. i don't wanna looked so sad.

i've got frustrated when i remember the problems. i want to solve that but i get so emotional even before i start to fix it. last night i can't sleep, i was thinking, i mean i tried to stop thinking but i failed. my mind still wandering around. i stood up, walked the room out. my head was spinning around, i can't handle my mind. i'm mentally sick.

23.5.09

they asked me about my childhood memories. what i remembered is only a bad part. when they convinced me that i'm nothing. and so it's me today, i really feel nothing everyday, for the rest of my life. it whispered all the time. broke my heart.

let me open my memories, i usually keep it deeply cause i hate my past. don't like to remember a sad stories, why should we talk about something sad? and i don't know what is happy, indeed. i only read it, sometimes see it but don't feel it.

i'm mentally sick. things just get worse everyday. i used to live with nobody's care. ignorance is my name. people laugh and i'm okay. i lock my self closely, you won't be understand.

i told you my little secret, i never enjoying my life.

21.5.09

dengar cerita-cerita tadi pagi, hilang langsung semua semangat. mempertahankan sesuatu jauh lebih sulit daripada mencapainya. dan sekarang apa yang sudah didapat, pergi satu persatu. menjaga memang tidak mudah, sejauh mana kita bisa bertahan? mereka sudah mempertanyakan kredibilitas kita. dari sejumlah masalah yang ada, mencari solusi masalah yang satu ini paling ruwet.

ya sudah kita cuma bisa berbuat sebaik mungkin. selama ini memang aku selalu ragu-ragu, ketika menghadapi orang rasanya tidak yakin. teman-teman, mungkin sama saja. bedanya mereka tidak bisa menghindari, jadi ya tetap harus dijalani. pusing menjalankan sesuatu yang bukan keahlian kita. mau bergerak takut salah, mau bicara, mereka underestimate. tapi karena sudah terlanjur nyemplung, ya sudah, nekad saja. selanjutnya juga harus nekad dan cuek.

kita lihat saja.

saya belum pernah membayangkan ini gagal. gimana ya.. lalu kita mau ngapain kalau sudah gagal?

karena saya kepingin ini berhasil bukan gagal.

17.5.09

ketika seluruh hatiku hancur, akhirnya aku pasrah dan kembali ke bawah untuk memulai dari nol. i don't wanna look back, those disappointent kill me. i was broken into pieces. i give all my life to my destiny, till time can heals, time answers my questions. dan sejak beberapa hari yang lalu, harapan kembali bermunculan, kalau mau tau rasanya, aku ingin lompat setinggi-tingginya.

dan ketika aku menyadari sesuatu, ada yang serta merta memberiku semua yang aku mau. percayakah kau kini bahwa memahami sesuatu itu ibadah dan tuhan setiap umat adalah misteri yang harus kau pecahkan sendiri. tanpa mengetahui apa-apa, hidupmu gelap gulita meski kau telah berbusana suci. aku tak akan lagi berusaha menjadi yang terbaik pada sesuatu hal, aku akan menyerap apa-apa yang bisa aku ketahui, aku tak ingin bercita-cita jadi kaya. aku hanya ingin hidup selayaknya manusia biasa, tak berlebih dan tak kekurangan. aku tidak mau menjabat di satu kedudukan, tak ingin terlihat lebih baik dari yang lain. aku cukup menjadi diriku dan berbuat sewajarnya.

waktu memang banyak mengajarkan aku tentang sesuatu.

cukuplah aku mengejar yang tak sepantasnya dikejar, kerja untuk kaya... aku kerja karena aku suka pekerjaan itu. dan uang adalah konsekuensi dari waktu dan tenaga yang aku beri. bukan hasil, hasilku adalah apa yang telah kukerjakan.

maafkan bila terlalu idealis. dengan begitulah aku merasa "kaya"

15.5.09

Aku tidak pernah mempertanyakan segala sesuatu tentang agama dan aturan-aturannya sebelum aku pergi ke tanah suci. Tanpa mau berpusing-pusing ria, aku jalankan saja semua sebisaku, kalaupun aku merasa tidak sempurna aku berjanji untuk lebih baik di kemudian hari. Seperti itu terus sampai akhirnya aku punya kesempatan untuk naik haji. Tahun 2005.

Barangkali Tuhan punya rencana lain atau aku saja yang apes di Mekah. Karena bukannya aku tambah relijius di sana, tapi malah menemukan hal-hal ganjil yang mengecewakan. Bisa jadi karena aku terlalu membayangkan agamaku sebagai agama yang perfect, umatnya juga santun, segala sesuatunya baik. Di luar itu aku menganggap mereka belum memahami agamanya. Yang aku lihat di Mekah adalah keserakahan, kebodohan, munafik, sombong dan suka pamer.

Tanpa harus menceritakan detailnya, aku hanya berpikir, buruk sekali sih kita ini. Apa harus berebut memegang batu hajar aswad dengan menginjak saudaramu sendiri? untuk apa, berebut surga? ingin cerita pada sanak saudara bahwa kita sudah memegangnya? naik haji tak ubahnya perlombaan yang menunjukkan keserakahan. Manusia di depan Kabah memang banyak sekali dan aku dituntut untuk bisa memahami setiap tingkah pola mereka. Barangkali aku terlalu egois untuk mengakui bahwa aku hanya satu dari milyaran manusia itu. "kamu kecil dan tak berguna, jadi menunduklah padaku"--pesan yang belum sampai padaku hingga saat ini.

Aku cuma bisa beralasan untuk absen sejenak dari urusan agama. Anti klimaks yang aneh. Hidupku memang jadi kacau sejak saat itu, Terlihat baik dari luar, tapi menggelisahkan, terasa tidak nyaman di dalam. Apalah aku, bukan siapa-siapa.

11.5.09

aku tahu rasanya seperti seonggok daging. memang nggak enak dibiarkan begitu saja sama seseorang padahal kita sudah susah payah untuk bertemu dia. cuma karena dia punya uang dan kita butuh uangnya dia. gara-gara satu hal itu kita langsung jadi seonggok daging. memang begitu kenyataannya dan kita akhirnya dengan lunglai untuk pulang dengan perasaan hampa. pertemuan itu hanya 5 menit, mungkin 10 menit. Pokoknya sebentar, obrolan pun sekadar basa-basi. dia harus segera pergi, karena ada sesuatu yang penting.

aku dengar itu dan sedih, merasa kasihan. semua tau tidak ada yang mudah, tapi buat kamu, aku kasihan. aku melihat ada kesombongan dalam dirimu yang belum kamu kalahkan. kalau kamu bisa, mereka akan datang seperti air yang banyak. tak bisa kamu cegah. kita sama-sama masih egois dan monster itu bertambah besar dalam hati kita. entah apa maunya. aku juga membencinya seperti kamu ingin membunuhnya.

sudahlah, jadi seonggok daging itu tidak apa. dia memang sedang sibuk, kamu datang bukan di saat yang tepat. ayolah, orang lain bisa berjuang lebih dari itu. katamu: "bukan berarti karena seseorang yang kenal dekat lalu serta-merta mau menolong". iya, aku juga bukan penganut hukum pamrih. aku tidak pernah dengan sengaja membalas kebaikan orang. yang membalas Tuhan, bukan aku. jadi, biarkanlah kawan kita itu berlalu tanpa memandang kita. dia tidak salah, dia tak perlu kau benci.

ayolah jangan putus asa begitu, apa salahnya jadi seonggok daging hari ini? besok pasti kita akan menjadi sesuatu. percayalah.

6.5.09

Mengalami kegagalan memang menyedihkan, apalagi dengan melibatkan orang lain. Fuih... semangat langsung luntur. Langkah jadi agak tertahan. Sediiiihh... ini sedih yang kedua barangkali, sedih yang cukup menghantam. yang pertama, sewaktu nego beberapa minggu lalu. gagal total, pake emosi tinggi segala. ah, menyesal juga sekarang. hikmahnya, sudahlah nggak usah pakai trik-trik aneh lagi. yang wajar aja.

Rencanaku memang gagal satu, tapi itu mewakili banyak rencana, makanya aku sedih sekali. barangkali buku dan tulisan tentang itu bukan bidangku. Hmm aku suka tapi aku kan tidak benar-benar pergi dan merasakannya. Well, memang itu tidak bisa dibenarkan. Jadi biarin aja. Tapi bukan berarti aku bisa tidak sedih lagi. Karena tetap aja aku merasa ruangku sempit. pendapatan berkurang. kemampuan terbatas. persaingan makin keras. huh... aku bukan siapa-siapa.

Padahal, banyak yang bisa aku kerjakan. Rencana lainnya masih menumpuk dan siap untuk dikerjakan. Ingat juga, peringatan di awal tahun. sebaiknya tidak mencoba hal baru karena banyak gagalnya. aku gak percaya, tp yah begitu. kerjakan yg rutin2 dan pasti aja. tahun ini memang payah. mau krisis, mau sial, nggak ngerti aku.

ya sedih itu masih bercokol, tapi biar aja. kemarin sudah senang-senang terus, sekarang sedih, ya terserahlah. maafkan aku teman-teman. kali ini memang aku gagal.

;;

Template by:
Free Blog Templates